Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bjorka Diduga Menjebol Data Aplikasi PeduliLindungi, Ini Kata Kemenkes

Bjorka kembali membobol data punya pemerintah. Kali ini data yang diretas yaitu Aplikasi pedulilindungi punya Kemenkes.

Data Aplikasi pedulilindungi kesehatan itu disangka diretas oleh hacker yang mengaku sebagai Bjorka beberapa saat lalu.


Badan Cyber dan Kode Negara (BSSN) mengidentifikasi upaya Bjorka meretas aplikasi data privasi pedulilindungan.


Jubir BSSN Ariandi Putra menjelaskan jika Bjorka diduga sudah menjual data individu pemakai aplikasi PeduliLindungi pada harga sangat tinggi. 


Sekitar 40 sampel data ditukar dengan bitcoin sebesar 100 ribu dolar Amerika atau kurang lebih 1,5 miliar.


Beberapa data yang diperhitungkan diretas oleh Bjorka dari pemakai PeduliLindungi mencakup e-mail NIK, identitas account, vaksinasi, status Covid-19, kisah perjalanan, sampai pencarian contact.


Kemenkes, Kemenkominfo, dan PT. Telkom selekasnya dikontak oleh BSSN untuk lakukan interograsi dan validasi data.


Baca : Ditubruk Minibus, Bis Kelompok Peziarah asal Banten Terguling di Tol Cipali KM 188


"BSSN, Kemenkes, Kemenkominfo dan PT. Telkom lakukan koordinir dan lakukan validasi data dan interograsi dalam rencana pastikan sangkaan kebocoran data pemakai program PeduliLindungi," sebut Ariandi Putra Selasa, 15 November 2022.


Menanggapi berita itu Kemenkes segara memberi pengakuan berkaitan kebocoran data yang sudah dilakukan oleh hacker Bjorka.


Saat melangsungkan pertemuan jurnalis pada 18 November 2022, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan jika data yang dipunyai Bjorka tidak dari program PeduliLindungi.


"Yang Bjorka itu telah kami check, data itu bukan data PeduliLindungi . Maka kami tidak percaya itu data kita," katanya.


Dia menambah jika data yang dipasarkan oleh Bjorka cuma untuk menyuap reputasi.


"Saya anggap apa itu untuk reputasi dengan menerbitkan data? Karenanya bukan datanya PeduliLindungi," katanya kembali.


Awalnya, Bjorka sempat mengguncangkan sosial media dengan laganya yang sudah mengeklaim kesuksesan meretas data beberapa instansi negara di Indonesia seperti Kominfo, Pertamina, IndiHome, dan lain-lain.***